Bayangkan ini. Sebuah kelas di pedalaman Nusa Tenggara Timur. Tidak ada guru yang berdiri di depan. Yang ada layar tablet dengan avatar digital yang menyapa murid-murid. Namanya Miss Rina. Suaranya lembut. Wajahnya ramah. Dia bisa menjelaskan perkalian dengan sabar, mengulang sampai murid paham. Tapi Miss Rina bukan manusia. Ini bukan fiksi. Di beberapa sekolah 3T …





