Bayangkan. Anak kita ke sekolah, tapi nggak ketemu guru langsung. Yang ada di depan kelas—di layar VR atau hologram—adalah avatar. Bisa berwujud apapun. T-Rex yang ngajar sejarah, robot lucu yang jelasin matematika. Keren? Untuk teknologi, iya. Tapi hati orang tua mana yang nggak dag-dig-dug? Ada yang hilang. Ketiadaan sentuhan, aroma kapur tulis, atau tatapan penuh …







